Senin, 10 Oktober 2011

tanah dan nutrisi tanaman

TANAH DAN NUTRISI PADA TUMBUHAN
A.Tanah
          Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai ''pedogenesis''. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon tanah. Setiap horizon menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia, dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.
Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swiss yang bekerja di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk yang telah mengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktor iklim, organisme (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalannya waktu.
1.1.Karateristik Tanah
Tubuh tanah (solum) tidak lain adalah batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang lebih tua daripada periode Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa Pleistosen. Tubuh tanah terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral. Tanah non-organik atau tanah mineral terbentuk dari batuan sehingga ia mengandung mineral. Sebaliknya, tanah organik (organosol/humosol) terbentuk dari pemadatan terhadap bahan organik yang terdegradasi.
Tanah organik berwarna hitam dan merupakan pembentuk utama lahan gambut dan kelak dapat menjadi batu bara. Tanah organik cenderung memiliki keasaman tinggi karena mengandung beberapa asam organik (substansi humik) hasil dekomposisi berbagai bahan organik. Kelompok tanah ini biasanya miskin mineral, pasokan mineral berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan makhluk hidup. Tanah organik dapat ditanami karena memiliki sifat fisik gembur (sarang) sehingga mampu menyimpan cukup air namun karena memiliki keasaman tinggi sebagian besar tanaman pangan akan memberikan hasil terbatas dan di bawah capaian optimum. Tanah non-organik didominasi oleh mineral. Mineral ini membentuk partikel pembentuk tanah. Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga partikel pembentuk tanah: pasir, lanau (debu), dan lempung. Tanah pasiran didominasi oleh pasir, tanah lempungan didominasi oleh lempung. Tanah dengan komposisi pasir, lanau, dan lempung yang seimbang dikenal sebagai geluh (loam).
Warna tanah merupakan ciri utama yang paling mudah diingat orang. Warna tanah sangat bervariasi, mulai dari hitam kelam, coklat, merah bata, jingga, kuning, hingga putih. Selain itu, tanah dapat memiliki lapisan-lapisan dengan perbedaan warna yang kontras sebagai akibat proses kimia (pengasaman) atau pencucian (leaching). Tanah berwarna hitam atau gelap seringkali menandakan kehadiran bahan organik yang tinggi, baik karena pelapukan vegetasi maupun proses pengendapan di rawa-rawa. Warna gelap juga dapat disebabkan oleh kehadiran mangan, belerang, dan nitrogen. Warna tanah kemerahan atau kekuningan biasanya disebabkan kandungan besi teroksidasi yang tinggi; warna yang berbeda terjadi karena pengaruh kondisi proses kimia pembentukannya.
1.3.Peran Bahan Organik Tanah
            Secara umum bahan-bahan organic dapat berperan bagi tanah dalam memperbaiki sipat fisik,kimia dan biologi tanah
·  Sifat fisik
         Peranan sifat organic terhadap sifat fisik tanah adalah memancing pengumpalan tanah dalam bentuk granula,menurunkan tingkat plastisitas tanah,mempertahankan tampungan air,memperbaiki stuktur sehingga dapat mengurangi resiko terkena erosi dan mempengaruhi warna dasar tanah.
·  Sifat kimia
         Peranan bahan organic terhadap sifat kimia tanah adalah meningkatkan unur hara tanah sehingga mempermudah pembentukan mineral tanah, meningkatkan persediaan kandungan fosfor dalam tanah dan meningkatkan tukar kation (KTK) tanah.
·  Sifat Biologi
         Peranan sifat bahan organic terhadap sifat biologis tanah adalah meningkatkan populasi tanah,meningkatkan cadangan makanan bagi organism yang ada dalam tanah, dan meningkatkan keanekaragaman hayati dalam tanah.
          Bahan organik memiliki peran penting dalam menentukan kemampuan tanah untuk mendukung tanaman, sehingga jika kadar bahan organik tanah  menurun, kemampuan tanah dalam mendukung produktivitas tanaman juga menurun. Menurunnya kadar bahan organik merupakan salah satu bentukkerusakan tanah yang umum terjadi. Kerusakan tanah merupakan masalah penting bagi negara berkembang karena intensitasnya yang cenderung meningkat, sehingga tercipta tanah-tanah rusak yang jumlah maupun intensitasnya meningkat. Kerusakan tanah secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga kelompok utama, yaitu kerusakan sifat kimia, fisika danbiologi tanah. Kerusakan kimia tanah dapat terjadi karena proses pemasaman tanah, akumulasi garam - garam (salinisasi), tercemar logam berat, dan tercemar senyawa-senyawa organic dan xenobiotik seperti pestisida atau tumpahan minyak bumi (Djajakirana, 2001). Fungsi bahan organik di dalam tanah sangat banyak, baik terhadap sifat fisik, kimia maupun biologi tanah, antara lain sebagai berikut (Stevenson,1994):
1. Berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap ketersediaan hara. Bahan organik secara langsung merupakan sumber hara N, P, S, unsur mikro maupun unsur hara esensial lainnya. Secara tidak langsung bahanorganic membantu menyediakan unsur hara N melalui fiksasi N2dengan caramenyediakan energi bagi bakteri penambat N2, membebaskan fosfat yang difiksasi secara kimiawi maupun biologi dan menyebabkan pengkhelatan unsur mikro sehingga tidak mudah hilang dari zona perakaran.
2.Membentuk agregat tanah yang lebih baik dan memantapkan agregat yang telah terbentuk sehingga aerasi, permeabilitas dan infiltrasi menjadi lebih baik. Akibatnya adalah daya tahan  tanah terhadap erosi akan meningkat
3.Meningkatkan retensi air yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman.
4.Meningkatkan retensi unsur hara melalui peningkatan muatan di dalam tanah.
5.Mengimmobilisasi senyawa antropogenik maupun logam berat yang masuk ke dalam tanah .
6. Meningkatkan kapasitas sangga tanah
7.Meningkatkan suhu tanah
8.Mensuplai energi bagi organisme tanah
9. Meningkatkan organisme saprofit dan menekan organisme parasit bagi tanaman.
1.3. komponen Tanah
          Ada lima komponen yang dapat kita kategorikan sebagai komponen tanah
·  Mineral Tanah
          Mineral tanah berasal dari batu-batuan induk,yang oleh berbagai macam proses mengalami penghancuran sehingga menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Penghancuran batuan induk dialam dapat terjadi karena iklim (perubahan panas dan dingin,hujan,angin),oleh aktivitas tumbuhan pionir (lumut kerak atau lichen) atau kegiatan mekanik seperti terjadinya gesekan-gesekan antar batuan dan oleh adanya aktivitas manusia
·  Organik Tanah
          Bahan organik didalam tanah berasal dari tumbuhan dan hewan-hewan yang telah mati,yang setelah mengalami penghancuran dan pembusukan oleh serangga dan mikroba,komponen organiknya akan masuk kedalam tanah dan merupakan bagian dari tanah tersebut. bahan organik tanah adalah semua jenis senyawa organik yang terdapat di dalam tanah, termasuk serasah, fraksi bahan organik ringan, biomassa mikroorganisme, bahan organik terlarut di dalam air, dan bahan organik yang stabil atau humus.
·  Air dan larutan Tanah
       Air dalam tanah merupakan komponen yang penting bagi kehidupan tumbuhan yang tumbuh diatasnya,air dalam tanah berkisar mulai dari kurang sekali sampai jenuh dengan air,didalam air tanah biasanya terlarut banyak mineral dan senyawa lainya,yang secara keseluruhan disebut larutan tanah dan merupakan sumber nutrisi bagi tumbuhan.
·  Amosfir Tanah
         Udara yang mengisi rongga-rongga antar partikel tanah disebut atmosfir tanah.kandungan udara antar partikel tanah disebut atmosfir tanah.kandungan udara antar partikel tanah ini sangat ditentukan oleh ukuran tanah yang membangunnya dan berkisar antara 30% untuk tanah pasir sampai 50% untuk tanah liat. Kandungan udara tanah ini akan lebih besar lagi pada tanah-tanah yang kaya akan bahan organik. pada tanah yang kandungan airnya berlebihan,sehingga mengisi seluruh rongga antar partikel tanah, kandungan udara tanahnya dapat mendekati 0%.
·  Organisme Tanah
         Organisme yang hidup dalam tanah dapat dimasukkan sebagai bagian dari tanah itu sendiri,organism tanah yang terdiri dari flora dan fauna tanah,banyak membantu dalam menentukan struktur dan sipat tanah,seperti tingkat kegemburan tanah,kandungan organic dan mineral tanah serta udara tanah,termasuk kedalam flora tanah adalah bakteri,jamur dan ganggang,sedangkan yang termasuk kedalam fauna tanah adalah protozoa,insekta dan hewan-hewan tinggi yang membuat lubang didalam tanah.
1.4.Unsur Hara Dalam Tanah
Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman : Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl).
Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial. Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Unsur Hara Makro Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar Unsur Hara Mikro Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil Unsur Hara Makro Unsur hara makro meliputi:N,P,K,Ca,Mg,S Unsur Hara Mikro
Unsur hara mikro meliputi :Fe,Mn,B,Mo,Cu,Zn,Cl, Fungsi Unsur Hara Makro (n-p-k)
Banyak para hobiis dan pencinta tanaman hias, bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan N, P dan K yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja atau dewasa/indukan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi masing-masing unsur tersebut :
·  Nitrogen ( N )
-   Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
-   Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri
-   Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman
-   Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun
-   Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.
·     Phospat ( P )
-   Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
-   Merangsang pembungaan dan pembuahan
-   Merangsang pertumbuhan akar
-   Merangsang pembentukan biji
-   Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
-   Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )
·  Kalium ( K )
-   Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
-   Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit
-   Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.
1.5.Tanah Dan Ketersediaan Hara
Tanah merupakan campuran yang heterogen dan beragam dari partikel mineral anorganik, hasil rombakan bahan organic, dan berbagai jenis mikroorganisme, bersama-sama dengan udara dan air yang didalamnya terlarut berbagai garam-garam anorganik dan senyawa organic. Partikel mineral terdiri dari pasair, lempung, dan liat yang terutama tersusun dari silicon, oksigen, dan aluminium.
Partikel liat dan koloid organic penting artinya bagi kesuburan tanah, karena kemampuan bahan ini dalam mengadsorpsi kation. Permukaan mineral liat akan bermuatan negative jika beberapa atom Si4+ digantikan oleh atom Al3+ dan beberapa atom Al3+ digantikan oleh Mg2+ atau Fe2+. Jika pergantian ini terjadi, maka sisi negative mineral liat ini akan tersedia untuk menyerap kation-kation yang terlarut didalam air tanah. Urutan liotropik (lyotropic series) dari kation yang akan teradopsis adalah H+  > Ca2+ > Mg2+  > K+ = NH4+ > Na+. Ion hidrogen akan teradsorpsi lebih kuat dibandingkan dengan kation lainnya  dan yang terlemah adalah ion natrium. Kation-kation yang terikat pada partikel tanah ini tidak akan mudah tercuci, sehingga tetap tersedia bagi tanaman. Senyawa organik dapat pula memiliki muatan negative karena ionisasi gugus karboksil  (-COOHà - COO- + H+) dan gugus hidroksil (-OH) dari senyawa fenoloik dari penguraian lignin kayu. Dengan demikian senyawa organik dapat mengadsorpsi kation-kation tersebut.
Kation yang terikat pada partikel liat atau senyawa organic dapat dipertukarkan dengan kation yang terlarut dalam larutan tanah. Proses ini disebut pertukaran kation dan kemampuan tanah untuk mempertukarkan kation, yang sering disingkat KTK. Pertukaran kation yang teradsorpsi dengan ion H+ sangat penting artinya, karena menyebabkan ketersediaan dari kation tersebut bagi akar tanaman. Ion H+ dibebaskan oleh akar dari asam malat dan senyawa organik lainnya kedalam tanah. Ion H+ juga dibebaskan jika CO2 juga bereaksi dengan air membentuk H2CO3..
Karena partikel tanah dan bahan organic tanah lebih bermuatan negative, maka unsure hara yang tersedia dalam entuk anion, seperti fosfat (H2PO4- atau HPO42- tergantung pH), nitrat (NO3-), tersedia bagi tanaman. Nitrogen memang dapat tersedia dalam bentuk ammonium (NH4+) tetapi bentuk ini segera teroksidasi membentuk nitrat oleh bakteri didalam tanah. Oleh sebab itu, sebagian besar tanaman (kecuali keluarga leguminosa) akan membutuhkan pemupukan nitrogen untuk memacu pertumbuhannya.
1.6. Prinsip Penyerapan Hara
Perlu ditekankan kembali bahwa serapan ion dikendalikan oleh membrane (paling tidak membrane sel endodermis). Sehubungan dengan peranan membran ini, maka ada 4 prinsip penyerapan ion, yakni:
1.      Jika sel tidak melangsungkan metabolism atau mati, maka membrannya akan lebih mudah dilalui oleh bahan-bahan yang terlarut (solute).
2.      Molekul air dan gas-gasyang terlarut didalamnya, seperti N2, O2, dan CO2 dapat melalui membran dengan mudah.
3.      Bahan terlarut yang bersifat hidrofobik menembus membran dengan kemudahan sebanding dengan tingkat kelarutannya dalam lemak.
4.      Ion-ion atau molekul-molekul yang bersifat hidrofilik dengan tingkat kelarutan dalam lemak yang sama akan menembus membran dengan tingkat kemudahan yang berbanding terbalik denga ukurannya (berat molekulnya).
Jika sel dimatikan dengan perlakuan suhu tinggiatau dengan menggunakan senyawa racun, atau jika proses metabolismenya dihambat dengan perlakuan suhu rendah atau dengan menggunakan senyawa penghambat reaksi metabolismenya, maka sebagia ion (atau bahan terlarut) akann keluar dengan mudahdari dalam sitoplasma sel. Hal ini merupakan bukti, bahwa permeabilitas membrane terhadap ion tersebuat menjadi meningkat.
Belum dapat dijelaskan secara memuaskan bagaimana air (dan gas-gas tertentu) dapat keluar-masuk melalui membrane dengan leluasa. Tetapi jelas fenomena ini memberikan keuntungan bagi metabolisme tanaman. Dari hasil percobaan terbukti bahwa air dapat lebih cepat menembus suatu membrane artifisial yang tersusun dari hanya fosfolipida, dibandingkan melalui membrane alami sel tumbuhan. Hasil pembuktian ini memberikan indikasi bahwa air agaknya menembus membrane sel tumbuhan melalui bagian lipida dari membrane, bukan melalui protein membrane sebagaimana sebelumnya diasumsikan.
B.NUTRISI PADA TUMBUHAN
            Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah. Nutrisi tumbuhan dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu :
·  Makronutrien.
Makronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak, yaitu nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor.
·  Mikronutrien
Mikronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit, seperti besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum. Baik makro dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tumbuhan memerlukan kondisi tertentu untuk dapat mengambil nutrisi-nutrisi tersebut dari dalam tanah. Pertama, tanah harus lembap sehingga nutrien dapat diambil dan ditransport oleh akar. Kedua, pH tanah harus berada dalam rentang dimananutrien dapat dilepaskan dari molekul tanah. Ketiga, suhu tanah harus berada dalam rentang dimana pengambilan nutrien oleh akar dapat terjadi. Suhu, pH, dan kelembapan optimum untuk tiap spesies tumbuhan berbeda. Hal ini menyebabkan nutrien tidak dapat dipergunakan oleh tumbuhan meskipun nutrien tersebut tersedia di dalam tanah. Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan terhambat. Berdasarkan jumlah yang diperlukan kita mengenal adanya unsur hara makro dan unsur hara mikro.
2.1. Kebutuhan Nutrisi Tumbuhan
Komposisi Kimia Tumbuhan Memberikan Petunjuk Mengenai Kebutuhan Nutrisi
            Aristoteles berpendapat bahwa tanah menyediakan bahan-bahan untuk pertumbuhan tumbuhan,karena tumbuhan muncul dari tanah.daun menurut aristoteles,hanya berfungsi untuk meneduhi buah yang sedang berkembang pada abad ketujuh belas seorang dokter belgia  bernama jean-baptise wan helmont melakukan sebuah percobaan untuk membuktikan hipotesis yang menyatakan bahwa tumbuhan tumbuh karena menyerap tanah,ia menanam sebuah benih semaian dari pohon willow didalam sebuah pot yang mengandung 90.9 kg tanah,setelah lima tahun pohon willow itu tumbuh hingga mencapai berat 76,8 kg,akan tetapi hanya 0,06 kg tanah yang menghilang dari pot itu.van halmont mengambil kesimpulan bahwa pohon willow tersebut tumbuh sebagian besar air yang ia tambahkan secara teratur ,satu abad kemudian ,Stephen hales,seorang ahli fisiologi dari inggris,mempostulatkan bahwa tumbuhan diberi makan sebagian besar oleh udara.
            Nutrient mineral adalah unsur kimia essensial yan diserap dari tanah dalam bentuk ion organic,sebagai contoh,tumbuhan membutuhkan nitrogen yang mereka peroleh dari tanah teutama dalam bentuk ion-ion nitrat (NO­­3-). Namun demikian,seperti yang dapat kita simpulkan dari data van Helmont,nutrient mineral dari tanah hanya member kontribusi kecil pada masa keseluruhan tumbuhan tersebut,sekitar 80% sampai 85% dari herba (tumbuhan yang tidak berkayu) adalah air dan sebagian besar tumbuhan tumbuh dengan cara mengakumulasi air didalam vakoula tengah sel-selnya.selain itu,air sesungguhnya dapat dianggap sebagai nutrient karena air menyediakan sebagian besar atom hydrogen dan beberapa dari atom-atom oksigen yang digabungkan kedalam senyawa organic pada peristiwa fotosintesis.namun demikian hanya sebagian kecil saja dari air yang masuk kedalam suatu tumbuhan yang menyumbangkan atom kepada molekul organic.umumnya lebih dari 90% air yang diserap oleh tumbuhan hilang melalui transpirasi,dan sebagian besar dari air yang dipertahankan oleh tumbuhan ternyata berfungsi sebagai bahan pelarut,memungkinkan terjadinya pemanjangan sel,an bertugas mempertahankan bentuk jaringan yang lunak dengan cara menjaga agar sel-sel tetap turgid.
            Dengan demikian, karbon, oksigen, hydrogen, unsure pembentuk karbohidrat, adalah unsure yang paling berlimpah didalam bahan kering tumbuhan. Karena beberapa molekul organic mengandung nitrogen sulpur atau fosfor, unsur-unsur ini relative berlimpah dalam tumbuhan.
            Lebih dari 50% unsure kimia didalam bahan-bahan an organic yang membentuk tumbuhan itu, akan tetapi tidak mungkin semua unsur ini esensial. Akan mampu menyerap dengan cara yang agak selektif, memungkinkan tumbuhan itu mengakumulasi unsu-unsur esensial yang sangat kecil jumlahnya yang mungkin ada didalam tanah namun demikian sampai pada keadaan tertentu minera-mineral didalam suatu tumbuhan memperlihatkan komposisi yang sama denga komposisi tanah dimana tumbuhan itu tumbuh. Tumbuhan yang ditanam dibekas-bekas tambang misalnya bias mengandung emas atau perak. Mempelajari komposisi kimia tumbuhan akan member petunjuk mengenai kebutuhan nutrisi tumbuhan tersebut, akan tetapi kita harus mampu membedakan unsu-unsur yang esensial dari unsure-unsur yang hanya sekedar ditemukan saja didalam tumbuhan itu.
2.2. Peranan Tanah Dalam Nutrisi Tumbuhan
Karakteristik Tanah Merupakan Fakor Lingkungan Yang Penting Dalam Ekosistem Darat
            Tekstur dan komposisi kimia tanah merupakan factor utama yang menentukan jenis tumbuhan apa yang dapat tumbuh dengan baik pada suatu lokasi tertentu,apakah itu suatu ekosistem alam atau daerah pertanian.tumbuhan yang tumbuh secara alamiah pada jenis tertentu dapat beradaftasi terhadap kandungan mineral dan struktur tanah tersebut dan mampu menyerap air  dan mengekstraksi  nutrient essential dari tanah itu.pada waktu berinteraksi dengan tanah yang mendukung pertumbuhannya,hubungan antara dan tumbuhan merupakan komponen kritis dari siklus-siklus nutrient yang menopang ekosistem darat.
Tekstur Dan Komposisi Tanah
            Tanah berasal dari pelapukan bantuan padat,air merembes kedalam celah batu dan membeku selama musim dingin akan merekatkan batu tersebut,dan asam yang terlarut dalam air tersebut juga membantu memecahkan batu.begitu memasuki batu,organism-organisme akan mempercepat perombakan.lichen,fungi,bakteri,lumut,dan akar tumbuhan vaskuler semuanya mensekresi asam,dan perluasan akar yang tumbuh dalam celah batu dan kerikil,hasil akhir dari semua aktivitas ini adalah bunga tanah (topsoil),suatu campuran pertikel yang diperoleh dari batu,organism hidup dan humus suatu residu bahan organic yang dibusukkan secara bertahap. Bunga tanah dan lapisan-lapisan tanah lain yang berbeda atau horizon.
            Tekstur bunga tanah bergantung dari ukuran partikelnya yang diklafikasikan dalam suatu rentang dari pasir kasar sampai partikel tanah liat mikroskopis.tanah yang subur umumnya adalah lempung (loam),yang terbuat hamper dalam jumlah yang hampir berimbang antara pasir,silt (partikel dengan ukuran sedang),dan tanah liat.tanah lempung memiliki cukup partikel halus untuk menyediakan luas permukaan yang besar untuk menahan mineral dan air,yang menempel ke patikel tersebut. akan tetapi lempung juga memiliki cukup partikel kasar untuk menyediakan ruangan udaa yang mengandung oksigen yang dapat digunakan oleh akar untuk respirasi seluler.jika tanah tidak dikeringkan secara mencukupi ,akar akan lemas karena ruangan udara digantikan oleh air,akar bisa juga terserang oleh jamur yang akan tumbuh subur pada tanah yang terendam,hal inilah bahaya bagi tumbuhan rumah yang diberikan air secara berlebihan dalam pot yang tidak memiliki system lubang drainase secara memadai,namun demikian,beberapa tumbuhan beradaptasi dengan tanah yang penuh dengan air,sebagai contoh pohon bakau dan banyak jenis tumbuhan lain yang menempati rawa dan lumpur memiliki akar yang telah termodifikasi ebagi pembuluh berlubang yang tumbuh kearah atas dan berfungsi sebagai snorkel (pipa udara),yang membawa oksigen turun kebawah dari udara.
            Bunga tanah merupakan tempat bagi organisme dengan jumlah dan keragaman yang menabjubkan.satu sendok the tanah memiliki sekitar lima milliard bakteri yang tinggal bersama berbagai fungi,ganggang,protista lainnya,serangga,cacing tanah,misalnya,mengaerasi tanah melalui sarang lubang dalam tanah,dan menambahkan lendir yang menahan partikel tanah yang halus menjadi mengumpul.metabolisme bakteri mengubah komposisi mineral tanah.akar tumbuhan mengestraksi air dan mineral,juga mempengaruhi pH tanah dan memperkuat tanah melawan erosi.
            Humus adalah pembusukan bahan organic yang terbentuk oleh kerja bakteri dan fungi  pada organism yang telah mati,seperti feses,daun-daun yang gugur,dan buangan organik  lainya.humus mencegah tanah liat menjadi lengket satu sama lain dan membentuk tanah gembur yang menahan air namun masih cukup berpori untuk terjadinnya aerasi akar yang mencukupi.humus juga merupakan cadangan nutrient mineral yang kembali secara perlahan-lahan ke tanah ketika mikroorganisme menguraikan bahan organik
Ketersedian Air Dan Mineral Tanah
Setelah curah hujan yang tinggi,air akan mengalir menuju ruangan yang lebih besar dalam tanah,akan tetapi ruangan yang lebih kecil masih tetap menahan air karena tertarik oleh partikel tanah,yang memiliki permukaan yang bermuatan listrik.beberapa air ini menempel sangat erat
Banyak mineral dalam tanah,khususnya mineral yang bermuatan positif,seperti kalium (K),kalsium (Ca),dan magnesium (Mg) menempel melalui daya tarik listrik kepermukan partikel tanah liat pada tanah liat yang bermuatan negatif.
Konservasi Tanah Merupakan Salah Satu Tahap Menuju Yang Berkelanjutan
            Untuk memahami konservasi tanah,kita harus memulai dengan pendapat bahwa pertanian adalah tidak alamiah.dihutan,padang rumput,dan ekosistem alami lainnya,nutrient mineral umumnya didaur ulang melalui penguraian bahan organic yang mati dalam tanah,sebaliknya,ketika kita memanen tanaman,unsur-unsur essensial dialihkan dari siklus kimia yang berlangsung dilokasi tersebut.umumnya,pertanian akan menguras kandungan mineral tanah
·  pupuk
Pupuk umumnya diperkaya dengan nitrogen, fosfor, dan kalium, ketiga unsur mineral yang paling umum kurang terdapat pada tanah, lading, dan kebun. Pupuk komersil, seperti pupuk yang dapat dibeli pada toko keperluan taman, dilabel dengan kode tiga angka yang menandakan kandungan mineralnya. Pupuk yang ditandai dengan “10-12-8” misalnya, adalah 10% nitrogen (sebagai ammonium atau nitrat), 12% fosfor (sebagai asam fosfat), dan 8% kalium (sebagai mineral kalium).
·     Irigasi
          Ketersediaan air sering kali membatasi pertumbuhan tumbuhan bahkan lebih dari defesiensi mineral. irigasi dapat merubah bentuk suatu gurun menjadi taman. Akan tetapi bercocok tanam di daerah kering adalah suatu pemborosan besar dalam sumber daya air. Metode irigasi baru bisa mengurangi resiko kehabisan air atau kehilangan tanah pertanian akibat salinisasi (kumulsi garam). Sebagai contoh,irigasi tetes sekarang digunakan sebagai alternative  untuk menggenangi tanah pada banyak tanaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar